Apa Itu Torrenting? Apakah Aman & Legal? (2026)

Tim Mocan
Tim Mocan Editor
Diterbitkan pada: 25 Februari 2025
Pemeriksaan kebenaran oleh Katarina Glamoslija
Diperbarui 2 kali sejak publikasi
Tim Mocan Tim Mocan Editor
Diterbitkan pada: 25 Februari 2025 Diperbarui 2 kali sejak publikasi
Pemeriksaan kebenaran oleh Katarina Glamoslija

Torrenting sudah ada sejak lama, tetapi masih banyak orang yang belum memahaminya. Banyak yang bingung soal cara menggunakan torrent, bagaimana cara mengakses torrent, dan bagaimana proses unduhan lewat torrent itu berjalan.

Apalagi, banyak sekali informasi yang tidak akurat di internet. Saat saya meneliti topik ini, saya menemukan banyak artikel yang menyampaikan klaim salah tentang torrent. Saya juga habiskan waktu di berbagai forum dan subreddit tentang P2P, dan banyak pengguna yang malah memberi info yang keliru soal torrenting.

Makanya, saya memutuskan untuk menyusun panduan lengkap ini. Selain sudah lebih dari 15 tahun memakai torrent, saya juga meneliti sisi teknisnya agar bisa menjelaskan dengan cara yang mudah dimengerti.

Penting untuk diingat bahwa torrenting punya beberapa masalah terkait privasi, dan yang paling utama adalah siapa saja bisa melihat alamat IP asli Anda. Karena itu, saya sangat menyarankan untuk menggunakan VPN P2P yang terpercaya (seperti ExpressVPN) supaya privasi Anda tetap terjaga saat mengunduh torrent.

Torrenting Dengan ExpressVPN

Secara umum, torrenting itu legal, tapi seketika saja bisa menjadi ilegal kalau Anda menggunakannya untuk mengunduh konten berhak cipta. Selain itu, Anda juga perlu mengecek hukum di negara Anda untuk memastikan kalau torrenting diizinkan dan sesuai dengan peraturan lokal. SafetyDetectives tidak mendorong torrent ilegal, dan kami sangat menyarankan agar Anda hanya menggunakan torrent untuk mengunduh konten yang legal.

Catatan Editor: ExpressVPN dan situs ini dimiliki oleh grup perusahaan yang sama.

Apa Itu Torrenting?

Torrenting adalah proses mengunduh dan mengunggah file lewat protokol BitTorrent, yang merupakan sistem komunikasi untuk berbagi file. Torrenting menjadi salah satu cara berbagi file yang paling populer.

Pada pengunduhan dan pengunggahan file biasa, pengguna mendapatkan filenya dari server terpusat. Sementara dengan torrenting, pengguna mengunduh file dari pengguna lain yang juga menggunakan protokol BitTorrent untuk mengunggah file tersebut.

Apa Itu Torrent?

Torrent adalah file yang menyimpan informasi tentang konten yang ingin Anda unduh. Konten tersebut tersebar di berbagai komputer dalam jaringan besar. Intinya, file torrent adalah yang dibutuhkan untuk berbagi konten lewat protokol BitTorrent.

Untuk menggunakan torrent, Anda memerlukan klien torrenting, yang merupakan sebuah aplikasi pihak ketiga yang perlu diunduh dan diinstal di perangkat Anda, yang nantinya digunakan untuk membuka file torrent. Klien torrenting biasanya gratis untuk digunakan.

Untuk mempermudah, klien torrenting akan menggunakan file torrent untuk mencari dan mengunduh konten yang diinginkan.

Apa Itu Torrenting?

Seberapa Besar File Torrent?

File torrent tidak memakan banyak ruang karena ukurannya hanya sekitar rata-rata 20–60 KB. Ini karena file torrent tidak menyimpan seluruh konten yang ingin Anda unduh, file ini hanya melacak keberadaan konten tersebut.

Sedangkan untuk konten yang diunduh lewat file torrent, ukurannya tergantung pada jenis file yang Anda unduh. Misalnya, eBook dan file audio mungkin hanya beberapa MB, sementara file video dan perangkat lunak bisa berukuran beberapa GB. Bahkan dalam beberapa kasus, bisa mencapai puluhan GB.

Bagaimana Cara Kerja Torrenting?

Torrenting mengandalkan jaringan peer-to-peer (P2P), yang berarti Anda mengunduh konten dari beberapa peer secara bersamaan. Peer ini adalah komputer yang terhubung dalam jaringan P2P. Alih-alih mengunduh file dari server terpusat, Anda mengunduh berbagai bagian dari file tersebut dari beberapa komputer yang berbeda.

Untuk memudahkan pemahaman, bayangkan Anda ingin mengunduh file sebesar 10 GB. Jika Anda mengunduhnya dari server terpusat, Anda akan mengambil seluruh file dari satu server. Namun, jika Anda menggunakan torrent untuk mengunduh file tersebut, Anda akan mendapatkan “potongan-potongan” dari file tersebut dari pengguna lain yang juga sedang mengunduh file itu. Intinya, Anda mengunduh paket data yang tersedia di komputer masing-masing pengguna.

Apa Keuntungan dari Torrenting?

Berdasarkan riset mendalam dan pengalaman pribadi saya dalam torrenting, berikut adalah beberapa keuntungan utama menggunakan torrent:

  • Unduhan lebih cepat. Unduhan P2P biasanya lebih cepat dibandingkan unduhan terpusat karena Anda mengunduh file dari beberapa sumber sekaligus. Jika file hanya tersedia di satu server, dan banyak pengguna mengunduhnya bersamaan dari sumber yang sama, kecepatan unduhan bisa sangat lambat karena server tersebut cepat mencapai batas unggahannya (atau lebih buruk lagi, servernya bisa crash).
  • Unduhan torrent bisa dengan mudah dilanjutkan. Jika unduhan torrent terhenti karena koneksi internet tidak stabil, Anda bisa dengan mudah melanjutkan unduhan dari tempat terakhir saat koneksi Anda pulih. Ini jauh lebih praktis dibandingkan harus memulai ulang unduhan seperti pada unduhan biasa.
  • Mempermudah berbagi file besar. Menghosting dan berbagi file besar di server terpusat bisa sangat sulit bagi banyak orang, karena memerlukan banyak sumber daya dan biaya tinggi untuk hosting server. Dengan torrent, biaya hosting hampir tidak ada karena tidak memerlukan server terpusat.
  • Proses unduhan bersifat desentralisasi. Anda tidak mengunduh file dari satu server terpusat, melainkan dari beberapa sumber sekaligus. Ini membuat unduhan lebih stabil, jika satu sumber unduhan tidak tersedia, Anda bisa menggunakan sumber lainnya.

Istilah Umum Torrenting

File Torrent Sebuah file yang melacak konten yang ingin diunduh. File ini memberikan informasi kepada semua pengguna tentang komputer mana saja yang terlibat dalam proses berbagi file tersebut.
Klien Torrenting Sebuah aplikasi pihak ketiga yang diunduh dan diinstal di perangkat Anda, yang kemudian digunakan untuk membuka file torrent dan mengunduh konten. Klien torrenting biasanya tersedia secara gratis. Beberapa klien torrenting yang populer antara lain uTorrent, qBittorrent, Vuze, Deluge, dan Transmission.
Situs Torrent Sebuah situs web yang berfungsi sebagai pustaka file torrent. Situs ini tidak menghosting konten yang Anda unduh, tetapi memungkinkan Anda untuk mengunduh file torrent, yang kemudian digunakan melalui klien torrenting untuk mengunduh konten tersebut. Sebagian besar situs torrent bersifat publik, namun ada juga beberapa situs yang bersifat pribadi.
Seeder Pengguna yang menghosting konten yang Anda unduh atau yang sedang aktif mengunggahnya. Jika seorang pengguna mengunduh bagian dari file yang disimpan di perangkat Anda, Anda juga akan menjadi seeder.
Leecher Pengguna yang mengunduh konten melalui file torrent.
Swarm Torrent Jumlah total pengguna yang aktif mengunduh dan mengunggah sebuah torrent. Ini mencakup jumlah total seeder dan leecher yang terlibat dalam berbagi file tersebut.
Tracker Torrent Server yang membantu mengoordinasikan bagaimana data ditransfer antar pengguna. Tracker ini melacak semua alamat IP pengguna dalam swarm torrent. Ketika Anda menggunakan klien torrenting untuk membuka file torrent, klien tersebut terhubung ke tracker untuk mendapatkan daftar pengguna yang membagikan konten yang ingin diunduh.
Unduhan Torrent Aktivitas mengunduh file torrent ke perangkat Anda. Anda mengunduh file torrent dari situs torrent, membukanya dengan klien torrenting, dan kemudian mulai mengunduh konten yang ada di dalamnya.
Unduhan Magnet Aktivitas menyampaikan semua informasi torrent secara langsung kepada klien torrenting, tanpa harus mengunduh file torrent. Pada dasarnya, Anda membuka tautan magnet, yang kemudian meluncurkan klien torrenting Anda dan memulai proses pengunduhan.
Kesehatan Torrent Ini merujuk pada seberapa baik file torrent tersedia untuk diunduh. Jika kesehatannya di bawah 100%, artinya Anda mungkin tidak bisa mengunduh file secara utuh. Perlu diingat bahwa meskipun sebuah torrent memiliki kesehatan 100%, tidak menjamin file tersebut bebas dari virus.
Rasio Ukuran dari berapa banyak konten torrent yang telah diunduh. Ini biasanya digunakan di situs torrent pribadi, di mana menjaga rasio yang baik (mengunggah lebih banyak daripada mengunduh) merupakan kewajiban.
Proksi SOCKS5 Koneksi proksi yang dapat Anda konfigurasikan melalui klien torrenting Anda. Proksi ini menyembunyikan alamat IP Anda agar tidak terlihat oleh siapa pun dalam swarm torrent. Selain itu, proksi tidak mempengaruhi kecepatan unduhan Anda karena tidak mengenkripsi lalu lintas Anda.
Port Forwarding Memudahkan pengguna P2P lain untuk terhubung ke Anda, yang akan meningkatkan kecepatan unduhan dan unggahan Anda.

Perangkat Apa Saja yang Bisa Digunakan untuk Torrent?

Anda bisa torrenting di perangkat apa pun selama Anda dapat menginstal klien torrenting di sana. Kebanyakan orang biasanya melakukan torrent di laptop atau komputer, termasuk yang menggunakan sistem operasi Windows, macOS, atau Linux.

Torrenting juga bisa dilakukan di ponsel, meskipun kebanyakan orang lebih memilih menggunakan Android karena banyaknya klien torrenting yang tersedia di Play Store. Di sisi lain, di iOS, klien torrenting dilarang ada di App Store, meskipun secara teknis masih memungkinkan untuk mengunduh torrent di iOS, namun membutuhkan solusi yang kurang praktis.

Secara teknis, torrenting juga bisa dilakukan pada beberapa smart TV, seperti yang menggunakan Android TV. Namun, saya tidak menyarankan hal ini karena kebanyakan aplikasi torrent untuk Android TV sudah ketinggalan zaman dan tidak berfungsi dengan baik.

Apa Bedanya Situs Torrent Publik dan Privat?

Situs torrent publik terbuka untuk semua orang. Anda bisa mengaksesnya dan menggunakannya untuk mengunduh file torrent tanpa perlu membuat akun (meskipun beberapa situs torrent publik memungkinkan Anda untuk mendaftar dan membuat akun).

Sebaliknya, situs torrent privat mengharuskan Anda memiliki akun untuk bisa menggunakannya. Membuat akun di situs ini tidak mudah, karena Anda biasanya memerlukan undangan atau harus melakukan donasi agar bisa mendapatkan akses. Selain itu, di situs torrent privat, Anda diharuskan menjaga rasio seed yang baik untuk terus mengakses situs tersebut. Pada dasarnya, setelah Anda selesai mengunduh torrent, Anda harus terus mengunggahnya agar dapat mempertahankan akses.

apa itu torrenting?

Secara umum, situs web torrent privat dianggap lebih aman dibandingkan situs publik karena pemilik situs memeriksa semua torrent yang diunggah untuk memastikan bahwa file tersebut aman dan tidak membahayakan pengguna.

Apa Saja Situs Torrent Terbaik?

Saat ini, ada banyak situs torrent populer di web, yang unggulan adalah The Pirate Bay, 1337x, Nyaa, dan YTS.mx. Ada juga Public Domain Torrents, yang hanya menampung torrent legal. Kebanyakan situs torrent populer adalah publik. Jika Anda mencari situs privat, silakan coba IPTorrents.

Banyak situs torrent mungkin menyediakan konten ilegal, yang melanggar peraturan hak cipta. SafetyDetectives tidak mendorong torrent ilegal dan sangat menyarankan Anda hanya menggunakan situs torrent untuk mengunduh konten yang bebas hak cipta.

Apa Klien Torrenting Terbaik?

Banyak klien torrenting populer yang tersedia, seperti qBittorrent, uTorrent, Deluge, Transmission, Vuze, dan BitComet.

Favorit saya adalah qBittorrent. Aplikasi ini sangat ringan dan tidak menampilkan iklan, yang sering kali mengganggu di aplikasi P2P lainnya, seperti uTorrent, yang mengharuskan Anda membayar untuk menghapus iklan. Selain itu, qBittorrent bersifat open-source, yang berarti siapa saja bisa memeriksa kode sumbernya untuk memastikan aplikasi ini aman digunakan. qBittorrent juga tersedia untuk semua platform desktop utama, termasuk Windows, macOS, dan Linux.

Apa Itu Torrenting?

Apakah Torrenting itu Legal?

Mengunduh file melalui torrent secara umum legal di sebagian besar negara. Namun, hal ini menjadi ilegal ketika digunakan untuk melanggar hak cipta, seperti saat seseorang menggunakan torrent untuk mengunduh konten berhak cipta (seperti film, musik, atau game) tanpa membayarnya.

Sebagian besar negara mengkriminalisasi kegiatan torrenting yang melanggar regulasi hak cipta. Meskipun demikian, banyak negara yang memiliki hukum terhadap torrent ilegal tidak secara aktif menegakkan hukum tersebut. Beberapa negara bahkan tidak sepenuhnya mengkriminalisasi kegiatan ini, misalnya di Swiss, mengunduh konten berhak cipta melalui torrent untuk penggunaan pribadi itu legal, tetapi ilegal jika Anda mengunggah konten berhak cipta dan mencoba mendapat keuntungan darinya. Saya sangat menyarankan untuk hanya menggunakan torrent untuk mengakses konten legal dan yang tidak dilindungi hak cipta.

Apa yang Bisa Terjadi Jika Anda Tertangkap Mengunduh Torrent Ilegal?

Saya tidak bisa memberikan jawaban yang 100% akurat untuk semua negara karena hukum hak cipta berbeda-beda antar negara. Meskipun prinsip umumnya sama (ilegal mengunduh konten berhak cipta), tetapi konsekuensinya bisa berbeda-beda.

Untuk mendapatkan gambaran umum tentang apa yang biasanya terjadi, saya membaca berbagai artikel terkait topik ini, mengikuti diskusi di forum-forum P2P, dan berbicara dengan pengguna P2P dari berbagai negara. Secara umum, torrent ilegal bisa dikenakan hukuman dengan satu (atau lebih) dari yang disebutkan di bawah ini:

  • Anda mungkin dikenakan denda. Jika negara tempat Anda tinggal memiliki hukum hak cipta yang ketat, Anda bisa dipaksa membayar denda jika terbukti mengunduh torrent ilegal. Menolak untuk membayar denda bisa berujung pada konsekuensi hukum yang lebih serius, seperti dibawa ke pengadilan.
  • Anda bisa menjadi target para troll hak cipta. Mereka merupakan pihak ketiga yang mengumpulkan data tentang orang-orang yang terlibat dalam torrent ilegal. Setelah itu, mereka membuat kesepakatan dengan pemegang hak cipta, memungkinkan mereka untuk melanjutkan tindakan hukum atas nama mereka. Troll hak cipta mungkin akan mencoba mengintimidasi Anda untuk membayar biaya penyelesaian yang besar — misalnya, mereka bisa mengancam untuk menuntut Anda hingga $100.000 atau lebih, namun akhirnya menawarkan penyelesaian sebesar $5.000.
  • Penyedia layanan internet (ISP) mungkin membatasi kecepatan internet Anda. ISP dapat mendeteksi lalu lintas torrent, dan mereka mungkin memperlambat kecepatan torrent Anda jika mereka tidak ingin Anda menggunakan unduhan P2P. ISP bisa melakukan ini untuk menghindari masalah hukum atau hanya untuk mencegah penggunaan bandwidth yang tinggi.
  • ISP mungkin memutus layanan internet Anda. Jika ketentuan layanan ISP melarang torrent, Anda bisa kehilangan akses internet jika ISP memutuskan untuk memutus layanan Anda setelah mereka mengetahui bahwa Anda mengunduh torrent.

Apakah Mengunduh Torrent itu Aman?

Secara umum, mengunduh torrent itu aman, namun ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Karena sifat desentralisasinya, para penjahat siber dapat memanfaatkan torrenting. Misalnya, mereka bisa mengunggah file yang terinfeksi malware. Jika Anda berinteraksi dengan file tersebut, risikonya perangkat Anda bisa terinfeksi, yang berarti data di dalam perangkat tersebut bisa terancam.

Selain itu, beberapa situs torrent mungkin menghosting iklan atau tautan berbahaya. Jika tidak sengaja mengkliknya, Anda bisa diarahkan ke halaman phishing, atau perangkat Anda bisa terinfeksi malware.

Torrenting juga berisiko terhadap privasi Anda. Alamat IP Anda terlihat oleh semua orang dalam swarm torrent. Ini berarti siapa saja bisa menggunakan alamat IP Anda untuk melacak informasi tentang lokasi Anda, seperti kota asal dan ISP yang digunakan. Para scammer bisa menggunakan data tersebut untuk melancarkan serangan phishing, sementara para troll hak cipta bisa memanfaatkan informasi ini untuk mencoba mengintimidasi Anda agar membayar denda penyelesaian yang besar.

Apa Itu Torrent?

Cara Tetap Aman Saat Torrenting

1. Gunakan Hanya Situs Torrent yang Sah

Membuat situs torrent palsu yang berisi tautan-tautan palsu itu mudah. Jika Anda mengklik tautan tersebut, Anda bisa berisiko mengunduh konten yang terinfeksi malware ke perangkat Anda. Selain itu, situs P2P yang mencurigakan mungkin menampilkan iklan berbahaya dan secara tidak sengaja mengklik iklan tersebut bisa mengancam keamanan perangkat Anda.

Itulah mengapa saya sangat menyarankan untuk hanya menggunakan situs torrent populer seperti The Pirate Bay, 1337x, dan YTS.mx. Meskipun situs-situs ini mungkin juga menampilkan iklan atau bahkan torrent yang berbahaya, mereka tetap lebih aman digunakan daripada situs P2P yang tidak dikenal.

2. Periksa Berkas Torrent Sebelum Mengunduhnya

Sebelum mengunduh suatu torrent, saya menyarankan untuk melakukan hal-hal berikut:

  • Periksa apakah ukuran konten sesuai dengan apa yang diunduh. Misalnya, jika itu adalah file video dengan kualitas 4K, ukurannya harus setidaknya 10 GB (biasanya lebih), bukan hanya 30–50 KB atau MB.
  • Pastikan format kontennya benar. Misalnya, jika itu seharusnya video 4K, file tersebut harus berformat video (seperti .MP4 atau .MKV), bukan format .JPG atau .EXE.
  • Periksa komentar (jika ada) di bawah file torrent. Jika torrent tersebut berbahaya, biasanya pengguna situs P2P akan menyebutkan hal itu dalam komentar.
  • Cek apakah torrent telah diverifikasi. Di banyak situs P2P yang terpercaya, pengunggah populer akan diverifikasi oleh moderator situs dan diberikan tanda untuk menunjukkan bahwa mereka dapat dipercaya. Contohnya, di The Pirate Bay, pengunggah yang diverifikasi akan diberi ikon tengkorak dan tulang berwarna pink dan hijau. Meskipun tidak semua pengunggah yang tidak diverifikasi pasti mengunggah konten berbahaya, tetap saja menggunakan torrent mereka cukup berisiko.

3. Gunakan VPN

VPN adalah aplikasi yang mengenkripsi lalu lintas internet Anda, sehingga membuatnya tidak bisa dibaca. Ini berarti penyedia layanan internet (ISP) tidak akan bisa mendeteksi lalu lintas P2P Anda yang akan terlihat hanyalah data acak. Begitu juga, ISP Anda tidak akan tahu bahwa Anda sedang mengakses situs P2P.

Selain itu, VPN juga mengubah alamat IP Anda. Ini dilakukan dengan mengarahkan Anda melalui server VPN, sehingga siapa pun yang berinteraksi dengan Anda secara online hanya akan melihat alamat IP server VPN tersebut. Artinya, situs P2P tidak akan melihat alamat IP asli Anda, dan alamat IP Anda tidak akan terlihat oleh siapa pun di swarm torrent.

Terakhir, beberapa VPN dilengkapi dengan pemblokir iklan. Fitur ini tidak hanya menghilangkan iklan berbahaya (dan mengganggu) di situs torrent, tetapi juga bisa memblokir koneksi ke situs P2P yang mencurigakan.

Ada banyak sekali VPN P2P yang bagus di luar sana, tetapi favorit saya adalah ExpressVPN yang mendukung unduhan P2P di server yang berada di 105 negara, menawarkan kecepatan unduhan terkencang di pasaran, dan dilengkapi dengan fitur keamanan dan privasi terdepan yang menjaga Anda aman saat torrenting.

ExpressVPN: Hemat 80% untuk Pembelian 2 tahun!
Dapatkan diskon penuh 80% pada pembelian 2 tahun.

4. Gunakan Program Antivirus

Antivirus adalah program keamanan yang melindungi perangkat Anda dari infeksi malware, sehingga torrent berbahaya tidak dapat mengompromikan perangkat Anda. Selain itu, antivirus yang baik juga memberikan perlindungan waktu nyata yang kuat, menjaga Anda tetap aman dari situs torrent yang mencurigakan.

Saat menggunakan torrent, saya selalu mengandalkan Norton 360. Antivirus ini sangat efektif dalam mendeteksi dan menghilangkan varian malware terbaru, bahkan mencakup perlindungan terhadap ransomware (karena beberapa torrent berbahaya bisa mencoba menginfeksi perangkat Anda dengan ransomware). Selain itu, Norton 360 memiliki fitur yang menyembunyikan port tidak aktif di perangkat Anda untuk melindungi Anda dari serangan pencarian port, yang bisa terjadi saat menggunakan torrent.

Hemat 60% untuk Norton 360 Deluxe!
Dapatkan 360 Deluxe hanya seharga US$49,99*!

Catatan Editor: ExpressVPN dan situs ini dimiliki oleh grup perusahaan yang sama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah torrenting legal?

Torrenting itu legal di sebagian besar wilayah dunia. Legalitas torrenting sebenarnya bergantung pada apa yang diunduh. Di banyak negara, mengunduh konten berhak cipta adalah ilegal, dan biasanya bisa dikenakan denda yang cukup besar. Oleh karena itu, saya sangat menyarankan hanya menggunakan torrent untuk mengunduh file yang ada di domain publik atau file media yang sudah Anda beli sebelumnya (dan sebaiknya masih memiliki tanda terima sebagai bukti).

Bisakah torrent menginfeksi perangkat saya dengan malware?

File torrent sendiri tidak mungkin mengandung malware, tapi mereka dapat digunakan untuk mengunduh konten yang terinfeksi malware. Ini biasanya terjadi ketika berhadapan dengan situs P2P yang tidak jelas, atau ketika mengunduh dari pengunggah yang tidak dikenal. Untuk tetap aman saat melakukan torrent, saya menyarankan untuk mengikuti kiat berikut, seperti hanya menggunakan situs P2P yang sah, memeriksa kembali torrent sebelum mengunduhnya, menggunakan VPN, dan menggunakan antivirus.

Apa itu seeders dan leechers?

Seeders dan leechers adalah istilah umum dalam torrent yang merujuk pada pengguna yang aktif mengunduh dan mengunggah torrent. “Seeders” merujuk pada pengguna yang mengunggah atau “men-seeding” torrent, sementara “leechers” adalah pengguna yang mengunduh atau “me-leeching” torrent.

Apakah saya memerlukan VPN ketika torrenting?

Memang tidak wajib, tetapi saya sangat merekomendasikannya karena VPN memberikan keamanan dan privasi yang baik untuk torrenting. VPN mencegah siapa pun dalam swarm torrent melihat alamat IP asli Anda, dan juga mencegah siapa pun (termasuk penyedia layanan internet Anda) melihat lalu lintas P2P Anda. VPN P2P favorit saya adalah ExpressVPN karena memungkinkan torrent di server di 105 negara, sangat cepat, dan memiliki fitur keamanan dan privasi tingkat tinggi.

*ketentuan tahun pertama (1st year) berlaku
Daftar yang ada di situs ini berasal dari perusahaan-perusahaan yang memberikan kompensasi kepada kami, dan beberapa di antaranya dimiliki oleh perusahaan induk kami. Ini bisa memengaruhi peringkat dan cara penyajian daftar. Pelajari lebih lanjut. 
Ketahui selengkapnya
Tentang Penulis
Tim Mocan
Diterbitkan pada: 25 Februari 2025

Tentang Penulis

Tim Mocan adalah mantan Penulis Senior di SafetyDetectives. Dia berpengalaman 5+ tahun dalam meneliti dan menulis tentang topik keamanan siber, dan spesialisasinya adalah VPN. Sebelum bergabung dengan SafetyDetectives, dia bekerja sebagai kontributor untuk situs web review VPN lain dan sebagai penulis konten untuk beberapa penyedia VPN. Sepanjang karier pekerja lepasnya, dia juga berkecimpung dalam topik lain, termasuk SEO, pemasaran digital, loyalitas pelanggan, penyempurnaan rumah, dan kesehatan dan rehabilitasi. Di luar pekerjaan, Tim senang menggunakan waktunya untuk melancong, bermain video game, menonton anime, dan menggunakan VPN (ya, sungguhan!).