5 Perlindungan Antivirus (100% GRATIS) Terbaik untuk Linux di Tahun 2020

Bjorn Johansson
Diterbitkan pada: 25 Juni 2020
5 Perlindungan Antivirus (100% GRATIS) Terbaik untuk Linux di Tahun 2020

Setelah bertahun-tahun menggunakan Linux di komputer utama, saya benar-benar bosan melihat sedemikian banyaknya program antivirus Linux berkualitas rendah yang berseliweran di internet. Walaupun Linux jauh lebih aman daripada sistem operasi lain, saya tetap menggunakan menemukan kerentanan yang coba saya perbaiki.

Salah satu alasannya adalah bahwa tidak banyak tersedia pemindai antivirus untuk Linux. Meskipun malware masih menjadi momok yang menakutkan, pengguna Linux tidak menghadapi risiko yang sama seperti yang dihadapi pengguna PC dan Mac, jadi kita perlu memanfaatkan alat keamanan siber lain untuk memperkuat perangkat-perangkat kita.

Lama sekali saya berusaha untuk menemukan alat keamanan siber untuk Linux yang gratis dan terbaik di internet. Setelah melakukan pengujian terhadap 29 program, saya mendapatkan beberapa program yang tangguh untuk membantu meningkatkan keamanan di komputer Linux saya.

Terburu-buru? Inilah daftar yang saya buat yang berisi 5 alat antivirus gratis terbaik untuk Linux di tahun 2020:

  1. ClamAV: Pemindai antivirus freeware open-source yang dilengkapi GUI.
  2. Sophos: Gratis untuk satu pengguna, memindai dan menghapus malware, hanya berupa baris perintah.
  3. Firetools: Perangkat lunak sandbox untuk mencegah skrip web berbahaya, dilengkapi GUI.
  4. Rootkit Hunter: Pemindaian rootkit berbasis perilaku, hanya berupa baris perintah.
  5. Qubes: Distro yang dirancang untuk menjaga komputer Anda seaman mungkin.

1. ClamAV — Pemindai Open-Source Gratis Terbaik dengan Deteksi Malware 100%

ClamAV — Pemindai Open-Source Gratis Terbaik dengan Deteksi Malware 100%

Sebagaimana halnya Linux, ClamAV juga bersifat open source, sehingga direktori virusnya terus diperbarui oleh pengguna di seluruh dunia — semua orang bisa berkontribusi ke direktori itu menggunakan fungsi sigtool ClamAV. Kolaborasi komunitas semacam ini hal yang saya sukai dari Linux, dan salah satu alasan mengapa ClamAV disertakan di hampir setiap repositori perangkat lunak distro.

ClamAV adalah pemindai antivirus baris perintah yang tangguh — tapi saya merekomendasikan pengguna Linux pemula untuk memulainya dengan ClamTk. ClamTk dilengkapi sebagian besar fungsi yang sama dengan ClamAV di Antarmuka Pengguna Grafis (GUI) sederhana, dengan opsi untuk memindai folder, drive, atau server terpisah.

ClamTk sangat bagus dari segi kemudahan penggunaannya, tetapi dengan antarmuka baris perintah ClamAV, pengguna tingkat lanjut bisa memegang kendali penuh. Setelah membaca beberapa tutorial tentang ClamAV, saya bisa menjadwalkan pemindaian folder tertentu, menyatakan aman perangkat lunak tertentu, dan bahkan mengatur ClamAV untuk menghapus file-file yang mencurigakan. Pemindaian malware berjalan sangat baik di komputer saya, mampu menangkap 100% file yang diuji.

Saya senang bisa mengonfigurasi daemon ClamAV untuk aktif memindai server email saya. Ini alat yang sangat berguna bagi pengguna di sebuah jaringan yang juga terdiri dari pengguna Windows atau Mac — Saya menggunakannya untuk memindai malware khusus PC dan Mac di email saya, lalu saya menghapus file berisiko sebelum menyebar melalui jaringan.

Intinya:

ClamAV adalah pemindai antivirus gratis yang sangat andal untuk Linux. Aplikasi ini ditampung di hampir semua repositori perangkat lunak, bersifat open-source, dan memiliki direktori virus yang besar dan terus diperbarui oleh pengguna di seluruh dunia. Setelah memahami baris perintahnya, saya bisa menjadwalkan pemindaian, menghapus file, dan menambahkan ke direktori malware. Bagi pemula dan orang yang terburu-buru, saya juga menyarankan ClamTk, yang merupakan GUI untuk ClamAV yang memudahkan akses ke fungsi-fungsi dasar antivirus. ClamAV 100% gratis, jadi saya menyarankan Anda mencobanya kalau Anda mencari pemindai antivirus open-source yang berkualitas tinggi.

Kunjungi ClamAV

2. Sophos — Pemindai Virus Berdampak Rendah Terbaik + Gratis untuk Satu Pengguna

Sophos — Pemindai Virus Berdampak Rendah Terbaik + Gratis untuk Satu Pengguna

Sophos adalah salah satu di antara segelintir “perusahaan antivirus besar” yang menawarkan perangkat lunak antivirus Linux gratis. Aplikasi ini boleh saja bukan produk yang dihasilkan oleh komunitas Linux open-source seperti ClamAV, namun tetap merupakan perangkat lunak yang tangguh bagi pengguna Linux yang mahir.

Sophos Antivirus for Linux adalah salah satu pemindai malware tercepat di daftar ini. Saya mengujinya di komputer yang berbasis Ubuntu, dan antivirus tersebut memindai disk drive lebih cepat — tetapi dengan beban CPU lebih sedikit — dibandingkan ClamAV.

Seorang pemula harus menggali banyak tutorial untuk mulai menggunakannya. Tidak ada GUI desktop, dan setelah membaca instruksi lebih lanjut untuk menghubungkan GUI cloud online ke desktop, saya frustrasi karena ternyata beberapa fungsi dasarnya tidak bisa diakses di sana. Setelah mengutak-atik baris perintah, saya bisa mengkonfigurasi Antivirus for Linux untuk melakukan pemindaian teratur pada server email, dan juga disk drive saya.

Salah satu keluhan utama yang saya lihat dari pengguna Linux adalah bahwa, meskipun ClamAV punya direktori malware yang tersedia untuk umum, Sophos tidak melakukan pengungkapan open-source semacam ini — direktori malware bersifat hak milik sendiri. Walaupun demikian, karena Sophos menggunakan heuristik yang canggih, aplikasi tersebut bisa secara akurat mendeteksi malware berdasarkan perilakunya, bukan berdasarkan kode sumber. Dari hasil pengujian saya, terlihat bahwa aplikasi ini sama efektifnya dengan ClamAV.

Sophos Antivirus untuk Linux adalah pilihan yang bagus untuk setiap pengguna Linux, tetapi karena gratis untuk satu pengguna saja, saya tidak merekomendasikannya sebagai opsi murah bagi perusahaan atau tim. Jika Anda membutuhkan antivirus Linux yang tangguh sekaligus murah untuk bisnis Anda, saya merekomendasikan Bitdefender GravityZone Business Security.

Intinya:

Saya terkesan dengan kecepatan, deteksi malware 100%, dan penggunaan CPU yang rendah dari Sophos Antivirus for Linux. Ini pilihan tepat bagi pengguna perorangan yang dibekali pengetahuan yang baik tentang antarmuka berbasis baris perintah, terutama karena GUI online itu pengaturannya sangat ruwet. Analisis heuristik Sophos menunjukkan bahwa aplikasi itu seharusnya mampu mendeteksi malware yang terbaru dan tak dikenal sekalipun. Tapi versi gratis hanya disediakan untuk satu pengguna.

Kunjungi Sophos

3. Firetools — Terbaik untuk Sandboxing dengan GUI

Firetools — Terbaik untuk Sandboxing dengan GUI

Setelah selesai memasang pemindai antivirus yang kuat, saya tahu komputer saya aman dari kebanyakan ancaman malware — tetapi bagaimana dengan skrip web berbahaya? Setelah merasakan pengalaman pertama diretas oleh situs web yang menjalankan Javascript berbahaya beberapa tahun yang lalu, saya tahu saya membutuhkan alat sandbox yang berkualitas tinggi.

Firetools adalah alat sandbox penting bagi pengguna Linux. Dengan sandboxing, file dapat berjalan tanpa berdampak ke file lainnya — ini solusi sempurna untuk menguji malware atau mengisolasi peramban web agar skrip web yang berbahaya tidak bisa menyerang suatu sistem.

Firetools adalah versi GUI dari Firejail, aplikasi sandboxing open-source untuk pengujian malware dan keamanan peramban. Saya sudah mengonfigurasikan Firetool sehingga Mozilla Firefox secara otomatis dimasukkan ke sandbox setiap kali dijalankan, jadi saya bisa menjelajah di mana saja di internet tanpa perlu khawatir dengan skrip berbasis web berbahaya yang menyerang komputer saya.

Berkat peramban yang di-sandbox dengan Firetools, file-file yang terlindungi dengan pemindai antivirus berkualitas tinggi, dan sebagian besar perangkat lunak baru yang berasal dari pengelola paket Ubuntu, maka komputer saya secara efektif menjadi tahan malware.

Intinya:

Firetools adalah pembaruan yang mudah untuk perangkat lunak sandboxing Firejail klasik. Ini alat favorit saya untuk mencegah agar skrip web jahat tidak menyerang komputer, dengan banyak fitur untuk menguji perangkat lunak baru dengan aman. GUI-nya memudahkan saya untuk mengakses semua fitur tanpa berkutat dengan baris perintah, dan aplikasi itu hampir tidak punya ketergantungan, sehingga tidak memperlambat komputer. Selain itu, aplikasi tersebut 100% gratis, jadi sangat layak dicoba siapa pun yang ingin memperkuat komputer Linux-nya untuk melawan ancaman online.

Kunjungi Firetools

4. Rootkit Hunter — Pemindai Rootkit Terbaik Berbasis Baris Perintah

Rootkit Hunter — Pemindai Rootkit Terbaik Berbasis Baris Perintah
Rootkit adalah salah satu bagian malware yang paling sulit dideteksi, dan juga paling berbahaya. Sewaktu komputer saya yang berbasis Windows diretas oleh rootkit, semua data saya hilang. Saya sudah menginstal Windows Defender, tetapi aplikasi itu tidak menangkap rootkit karena rootkit menyelipkan diri dalam file sistem sehingga aktivitasnya kerap kali tak terdeteksi.

Rootkit Hunter dikembangkan dengan sejumlah prinsip desain yang sangat sederhana namun efektif — aplikasi ini terlebih dahulu mencari rootkit yang dikenali dari database-nya, selanjutnya menganalisis file sistem untuk mendeteksi perilaku yang tidak biasa. Fitur analisis perilaku ini sangat efektif untuk melacak rootkit baru, yang terus-menerus disesuaikan untuk mengalahkan direktori antivirus terbaru.

Salah satu hal pertama yang perlu Anda ketahui adalah: Rootkit Hunter bukan untuk pemula. Ketika saya menjalankan Rootkit Hunter pertama kali, server email saya langsung menerima 3 pesan kesalahan! Saya mengikuti petunjuknya di tutorial YouTube — setelah beberapa percobaan saya lakukan, akhirnya program tersebut bisa berjalan dengan aman di latar belakang.

Pengujian rootkit sangat sulit, tapi saya bisa menggunakan Firetools untuk men-sandbox beberapa malware yang diuji. Rootkit Hunter memblokir semuanya dan segera memberi tahu saya tentang ancaman yang muncul. Aplikasi tersebut juga punya reputasi cemerlang di komunitas Linux, jadi saya merasa 100% aman untuk merekomendasikannya.

Karena gratis dan konsumsi CPU-nya rendah, Rootkit Hunter menjadi pilihan yang tepat untuk siapa saja, dari pengguna rumahan sampai perusahaan besar, tetapi hanya kalau Anda bisa membuatnya berfungsi!

Intinya:

Rootkit Hunter adalah pemindai rootkit favorit saya di Linux. Dengan analisis perilakunya, rootkit terbaru pun akan terdeteksi. Saya sangat menyarankan pengguna baru untuk mempelajari panduan pemasangannya, karena pemasangan dan pengaturannya lumayan sulit. Tapi begitu berhasil dikonfigurasi, program ini berjalan dengan lancar di latar belakang, mengirimkan pemberitahuan email tentang proses yang mungkin berbahaya. Hal ini berlaku, baik untuk pengguna individu maupun perusahaan besar, dan saya menyarankan agar siapa pun yang ingin menguatkan sistemnya melawan infeksi rootkit untuk mencobanya.

Kunjungi Rootkit Hunter

5. Qubes — OS Linux Terbaik yang Dirancang untuk Keamanan Maksimal

Qubes — OS Linux Terbaik yang Dirancang untuk Keamanan Maksimal

Semua alat keamanan di daftar ini sangat melengkapi OS Linux mana pun, namun pengguna Linux yang ingin menjaga sistem yang benar-benar aman harus memulainya dari bawah ke atas.

Qubes OS dirancang untuk menjadi sistem operasi teraman di dunia. Sistem operasi ini direkomendasikan oleh pakar keamanan siber, aktivis etika digital, dan jurnalis investigasi seperti Edward Snowden, ACLU, dan The Intercept.

Qubes menyediakan kemampuan bagi pengguna untuk membagi fungsi-fungsi penting di komputer ke domain-domain terpisah, yang disebut Qubes. Qubes adalah mesin virtual — berperilaku seperti perangkat tersendiri dan bahkan bisa menjalankan sistem operasi lain, tetapi semuanya berada di satu komputer. Dengan isolasi virtual ini, peretas tidak dapat menginfeksi seluruh sistem dengan malware. Ada Qube yang menaungi Xen Hypervisor — platform yang menghubungkan semua Qubes Anda — dan dari sana, segalanya serba mungkin.

Saya mengambil laptop Dell Inspiron untuk mencoba Qubes, karena banyak perangkat keras yang tidak berfungsi dengan baik di OS ini. Saya bisa menjalankan Windows dan Debian secara bersamaan di Qubes yang terpisah, tapi menginstal Ubuntu terlalu merepotkan bagi saya.

Karena saya sudah membaca bahwa mengimpor dan menyortir file ke dalam Qubes mungkin sangat merepotkan, saya memutuskan untuk memulai dari nol. Saya perlu belajar dan mengutak-atik baris perintah, tetapi 4 Qubes berhasil saya konfigurasi. Satu Qube untuk pekerjaan, satu untuk waktu kreatif, satu untuk port USB, dan satu untuk firewall. Sayangnya, Qubes tidak mendukung gaming — 3D modeling itu proses yang terlalu rumit untuk spesifikasi keamanannya sekarang ini. Tetapi, perangkat lunak media streaming, pengolah kata, dan pengeditan gambar semuanya berjalan dengan baik.

Intinya:

Untuk pengguna Linux yang ingin tetap aman, Qubes adalah OS terbaik dan memiliki desain yang tahan peretas dan inovatif. Membiasakan diri terhadap navigasi beraneka fungsi di mesin virtual tidaklah mudah, tetapi setelah alur kerja saya tertata secara logis, saya mulai menikmati pengalaman menampung beberapa mesin virtual di satu komputer desktop. Kalau Anda pengguna Linux yang berpengalaman dengan sistem operasi berorientasi keamanan, maka Qubes OS sangat layak Anda coba.

Kunjungi Qubes

Apakah komputer Linux benar-benar membutuhkan perangkat lunak antivirus?

Ya.

Meskipun komunitas Linux bekerja untuk membatasi kerentanan di perangkat lunak terdistribusi, setiap perangkat lunak mengandung celah untuk infeksi malware. Walaupun Anda mengunduh patch terbaru, banyak berkeliaran malware khusus Linux. Dan kalau Anda mendapatkan file dari luar repositori perangkat lunak, risiko infeksi semakin meningkat.

Ada juga masalah ancaman keamanan online. Peretas bisa menggunakan Javascript untuk menyerang komputer Anda melalui peramban. Pada banyak bagian web, dengan satu klik saja Anda bisa mengunduh malware tanpa sengaja. Alat-alat seperti GUI baru di Firejail, Firetools memudahkan untuk men-sandbox peramban mana pun, yang dapat mencegah skrip web agar tidak menyentuh file desktop.

Ini hanya beberapa alasan mengapa beragam jenis perlindungan malware sangat penting untuk menguatkan sistem Linux terhadap ancaman keamanan siber.

Dapatkah Linux menularkan malware ke PC / Mac?

Ya.

Pengguna Linux yang menjalankan server email yang terhubung ke komputer Mac dan PC bisa tanpa sengaja meneruskan malware yang dirancang untuk kedua sistem operasi itu.

Karena pengguna Linux sering tidak memindai perangkat mereka untuk mendeteksi malware khusus Mac dan PC, server email Linux sebenarnya bisa menjadi pintu belakang untuk diterobos malware di seluruh jaringan Anda.

Kalau Anda ingin menjaga pengguna non-Linux tetap aman di jaringan Anda, saya merekomendasikan ClamAV, yang dilengkapi alat pemindaian yang mampu mendeteksi dan menghapus malware khusus Mac dan PC di server email.

Bila Anda serius dengan keamanan siber untuk bisnis Anda, Bitdefender GravityZone Business Security menyediakan seperangkat alat yang komprehensif untuk jaringan berbasis Linux.

Apa distro Linux terbaik untuk keamanan optimal?

Jawabannya sangat tergantung pada apa yang Anda cari dalam suatu sistem operasi.

Pengguna pemula disarankan untuk mencoba Ubuntu dan Linux Mint — ini biasanya menjadi titik awal bagi pemula, dengan antarmuka yang intuitif, berjibun perangkat lunak andal, dan tampilan serta rasa yang cukup akrab bagi pengguna Windows dan Mac.

Saya pribadi suka Ubuntu. Distro ini memiliki keamanan Linux bawaan seperti AppArmor dan banyak file aman di repositori perangkat lunaknya. Meskipun demikian, agar tetap 100% aman, saya masih perlu memperkuat komputer saya dengan beberapa alat antivirus seperti pemindai malware dan program sandboxing.

Saya menyarankan agar siapa pun yang benar-benar membutuhkan sistem yang aman — seperti programmer, jurnalis, aktivis, dan pengacara — mencoba QubesOS. Saya menginstalnya di laptop Dell, dan saya amat terkesan dengan mekanisme sistem operasi ini dalam mempartisi berbagai fungsi di satu komputer — sehingga hampir mustahil bagi peretas untuk mengakses file-file penting.

Apakah mudah menjalankan perangkat lunak antivirus di Linux?

Tergantung.

Banyak pengguna Linux berpengalaman yang akan berpendapat bahwa semua perangkat lunak di daftar ini mudah digunakan. Menurut saya, ClamTk-lah perangkat lunak antivirus gratis yang paling sederhana untuk Linux — aplikasi ini adalah versi GUI dari ClamAV, yang sebagian besar fitur ClamAV-nya tertata pada antarmuka yang intuitif.

Tetapi, kalau Anda pengguna Linux, Anda harus mempelajari cara menggunakan antarmuka berbasis baris perintah. Sophos menyediakan pemindai malware yang tangguh dengan konsumsi CPU yang rendah secara gratis, tetapi GUI-nya yang berbasis cloud harus dikonfigurasi melalui baris perintah yang rumit.

Rootkit Hunter adalah pemindai tersulit di daftar saya —hanya berupa antarmuka yang berbasis baris perintah, tanpa GUI, tapi saya banyak belajar tentang konfigurasi keamanan sistem saya ketika mengaturnya. Saya pun senang karena bisa sepenuhnya mengendalikan perangkat lunak saya.

Tentang Penulis

Bjorn Johansson
Bjorn Johansson
Bjorn adalah seorang peneliti keamanan siber dan advokat hak digital

Tentang Penulis

Bjorn adalah seorang peneliti keamanan siber dan advokat hak digital. Dia berasal dari Swedia dan sekarang tinggal di kawasan pantai Maine bersama istri dan dua anak mereka. Kalau tidak sedang membantu menjaga keamanan internet untuk orang-orang umum, dia asyik berperahu dengan keluarganya atau menggarap kerajinan dari kayu.
Transparansi dan Kepercayaan – Kami bangga karena menjadi satu-satunya situs yang memungkinkan pengguna bebas berkontribusi dan berbagi ulasan tentang antivirus dengan anggota komunitas lainnya. Ketika Anda mengunjungi situs antivirus yang kami tautkan, terkadang kami mendapatkan komisi afiliasi yang mendukung pekerjaan kami. Baca lebih lanjut tentang cara operasional kami.