Email Saya Diretas - Lalu Apa yang Harus Saya Lakukan?

Email Saya Diretas - Lalu Apa yang Harus Saya Lakukan?
Andrew Sanders
Diposting: 4 Juli 2019

Terbayangnya email kita diretas itu sangat buruk. Secara pribadi, saya tahu bahwa jika saya kehilangan akses ke email, saya akan segera kehilangan kontak ke beberapa teman terdekat dan rekan bisnis. Terlebih lagi, alamat email saya berfungsi sebagai hub yang menghubungkan saya ke bank, akun media sosial, akun e-commerce, dan banyak lagi.

Siapa pun yang mendapatkan akses ke alamat email saya akan bisa mengakses akun yang terhubung itu dengan mudah juga.

Singkatnya, kalau alamat email saya diretas, saya akan mengalami situasi yang sangat buruk. Tindakan pencegahan apa yang harus Anda lakukan?

Bagi kebanyakan orang, alamat email sudah sepenting alamat rumah bagi hidup mereka. Penelitian dari tahun 2015 menunjukkan bahwa rata-rata orang Amerika memiliki 90 akun yang terkait alamat email mereka. Itu artinya bahwa setiap penyerang yang menerobos akun email Anda punya sekitar 90 peluang untuk menambang data kehidupan pribadi Anda, mencuri uang Anda, dan menyebabkan kekacauan.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan kalau hal ini terjadi, dan bagaimana cara melindunginya?

Tetapi, apa artinya “diretas”?

Sering kali orang menggunakan tiga skenario untuk menggambarkan peretasan emailnya. Untungnya, hal-hal tersebut tingkat keparahannya berbeda. Seseorang mungkin mengatakan bahwa email mereka diretas jika:

  • Dia menerima email phishing dari Anda yang tidak Anda kirim
    Seseorang mungkin mengatakan bahwa dia menerima email phishing yang kelihatannya berasal dari alamat Anda. Ini mungkin tanda bahwa akun Anda sudah diambil alih – terutama jika Anda memeriksa email terkirim dan melihat email phishing di sana. Namun, lebih mungkin lagi, Anda sudah menjadi korban “spoofing email”. Ini terjadi ketika si penyerang mengirim email yang tampaknya berasal dari akun Anda demi mengelabui orang-orang yang Anda percayai. Meskipun hal ini seharusnya ditangani dengan memperingatkan teman-teman Anda, tidak berarti bahwa penyerang sudah mencuri kata sandi Anda.
  • Alamat emailnya terkena dampak pelanggaran data
    Pada bulan Januari 2019, sekitar 773 juta alamat email bocor akibat kasus yang sekarang dikenal sebagai pelanggaran data Collection #1. Jika alamat email Anda terlibat pelanggaran data, berarti salah satu layanan langganan Anda diretas – tetapi hal itu tidak berarti peretas memiliki akses ke akun email Anda. Namun, Anda mungkin harus mengubah kata sandi sebagai tindakan pencegahan. Sementara itu, Anda bisa mengecek di sini apakah alamat email Anda pernah terlibat pelanggaran data.
  • Anda tidak bisa masuk ke akun email Anda
    Jika Anda terbangun di suatu pagi dan ternyata tidak bisa masuk ke akun email Anda, orang yang Anda kenal menerima pesan yang mencurigakan, dan ada aktivitas aneh di profil media sosial Anda, maka akun Anda mungkin telah disusupi. Anda masih bisa mendapatkannya kembali, kalau Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini.

Langkah-langkah untuk memulihkan akun email yang disusupi

Langkah 1. Segera Atur Ulang Kata Sandi Anda
Mayoritas layanan email populer seperti gmail akan meminta Anda untuk menentukan metode pemulihan kata sandi. Biasanya diperlukan alamat email sekunder atau nomor ponsel Anda. Penyedia email akan mengirimkan email berisi tautan pemulihan kata sandi ke akun sekunder Anda atau mengirimnya ke ponsel Anda dan Anda bisa memulihkannya dari sana.

Kalau Anda tidak punya email sekunder, atau penyerang menghalangi Anda mengautentikasi ulang akun Anda (misalnya, dengan mengubah nomor ponsel Anda sehingga teks pemulihan akun tidak bisa lagi dikirim ke perangkat Anda), masih ada beberapa opsi. Gmail, misalnya, memiliki halaman pemulihan akun khusus yang akan memungkinkan Anda memulihkan akun Anda dengan memverifikasi detail pribadi Anda.

Langkah 2. Peringatkan kontak Anda

Penyerang biasanya akan menggunakan email yang disusupi untuk mengirim email phishing ke kontak mereka. Pastikan teman Anda tidak diretas, dengan segera mengirimkan peringatan kepada mereka.

Langkah 3. Periksa pengaturan Anda

Walaupun Anda sudah mendapatkan kembali kendali atas akun Anda, penyerang dapat meninggalkan bom waktu dengan mengubah pengaturan email. Caranya, dengan mengubah pengaturan sehingga salinan dari setiap email yang Anda kirim atau terima diteruskan ke akun sekunder yang dikendalikan oleh penyerang tanpa sepengetahuan Anda. Mereka juga bisa menambahkan tautan spam ke tanda tangan Anda atau bahkan mengubah alamat email yang seharusnya dibalas oleh kontak Anda.

Langkah 4. Dapatkan program antivirus

Penyerang punya beragam cara untuk mencuri alamat email. Sebagian di antaranya mungkin hanya menebak kata sandi Anda. Yang lainnya mungkin sudah menginfeksi komputer Anda dengan malware yang dirancang untuk mencuri kata sandi Anda. Apa pun kasusnya, tetap disarankan untuk memastikan komputer Anda terlindungi setelah akun email Anda diretas – lebih baik untuk mencegahnya terjadi lagi. Jika Anda berminat untuk mempelajari lebih lanjut tentang cara melindungi komputer Anda, lihat daftar 10 Program Antivirus Terbaik kami.